Tumbuhkan Karakter Bangsa Dengan Film Bernilai Budaya

 09 September 2016    madi    Pemerintahan

Tenggarong – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) menggelar Persemaian Nilai Budaya serentak di 25 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia pada Kamis, (08/09/2016), termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kab. Kukar)


Persemaian Nilai Budaya di Kab. Kukar berlangsung di gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang dengan menghadirkan Fuad Idris selaku pemeran dalam film ”Tanah Surga… Katanya” dan sutradara film ”Hasduk Berpola” Harris Nizam.

Kedua film Insfirasi tersebut diputar bergantian. Tanah Surga… Katanya diputar pada sesi guru dan Hasduk Berpola diputar saat sesi siswa. Sesi guru sendiri disaksikan 700 orang dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Kab. Kukar dan Plt Sekda Kukar, Marli dilanjutkan dialog interaktif yang berlangsung dari 7:30 wita hingga 12:30 wita.

Memasuki sesi siswa, film Hasduk Berpola diksaksikan 750 siswa dengan dilanjutkan pula dialog interaktif bersama sutradara, Harris Nizam.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kab. Kukar, Wiyono kegiatan Persemaian Nilai Budaya sebagai penguat karakter bangsa khususnya di Kab. Kukar pada tahun ini menjadi salahsatu kabupaten/kota yang dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan yang sudah berjalan selama 5 tahun terakhir ini.

”Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para pelajar dan tenaga pendidik serta masyarakat untuk bisa membuat film yang berkualitas sesuai program Persemaian Nilai Budaya sebagai penguat karakter bangsa, Kegiatan ini juga untuk menanamkan nilai-nilai budaya bangsa dikalangan generasi muda, tenaga pendidik dan kependidikan untuk lebih mengenal dan menjadikan budaya Indonesia sebagai jati diri bangsa Indonesia yang kaya akan nilai budaya,” ujar Wiyono.

Ditambahkannya, hal ini juga diperkuat dengan alasan bahwa sarana membangun karakter melalui budaya seperti film secara fisiologis merupakan bentuk internalisasi nilai budaya dan pendidikan karakter yang efektif untuk dilakukan karena film tidak hanya mempengaruhi bagaimana kita hidup tetapi juga mempengaruhi cara berpikir kita. ”secara filosofis, film dapat membuat kita kembali berpikir sejenak akan sesuatu yang telah kita lewati, memasuki dan mengerti budaya yang berbeda serta menambahkan pengalaman estetis melalui keindahan yang disajikan oleh sebuah film,” terangnya.

Reporter : Rolli Maulana


Sumber: Disdik.Kutaikartanegarakab.go.id