Bela Negara Wujudkan Ketahanan Nasional

 09 Oktober 2016    gusdut    Pemerintahan

Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kutai Kartanegara (Kukar) H Sunggono mewakili Bupati Kukar Rita Widyasari saat menyampaikan materi terkait bela negara.


Setiap warga negara wajib mempertahankan negaranya agar kelangsungan hidup bangsanya tetap terpelihara. Hal tersebut dikatakan Kepala Bagian Administrasi  Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kutai Kartanegara (Kukar) H Sunggono  yang mewakili Bupati Kukar Rita Widyasari saat memberikan pembekalan Bela Negara di Aula Asrama Atlet Tenggarong Seberang, Rabu (5/10). “Arti negara adalah sekumpulan masyarakat dengan berbagai keragamannya, yang hidup dalam suatu wilayah yang teratur secara konstitusional untuk mewujudkan kepentingan negara,” katanya.

Menurutnya, kegiatan bela negara ini dipandang sangat penting dalam membentuk tekad, sikap, semangat dan tindakan seluruh warga negara secara teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut dilandasi kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa Pancasila sebagai ideologi negara. “Inilah pentingnya kerelaan untuk berkorban guna meniadakan setiap ancaman baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri yang dapat membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan bangsa serta keutuhan wilayah dan yurisdiksi nasional terhadap nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan ada beberapa konsep bela negara diantaranya cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara Indonesia, yakin akan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Kemudian rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal bela negara. “Ini merupakan ciri kesadaran dalam bela negara dan bela negara adalah konsepsi moral yang diimplementasikan dalam sikap, prilaku dan tindakan warga negara dilandasi cinta tanah air,” jelasnya.

Ditambahkannya, kemampuan bela negara dapat diwujudkan dalam 2 (dua) sikap yakni lingkup bela negara secara fisik dan non fisik. Secara fisik lanjutnya dengan cara menggunakan senjata menghadapi serangan musuh melalui wajib militer atau pendidikan dasar militer. Kemudian secara non fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan negara kesatuan republik Indonesia dengan kesadaran berbangsa dan bernegara dan menanamkan kecintaan terhadap tanah air. “Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu dilakukan rumusan tujuan bela negara dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air, bangsa dan negara,” jelasnya dihadapan ratusan kader bela negara. (hmp01)