Rita: Karcis Palsu Pungli yang Direncanakan

 28 Oktober 2016    madi    Pemerintahan

"Kepala SKPD Bakal Dikumpulkan"


TENGGARONG – Bupati Rita Widyasari geram mengetahui adanya pemalsuan karcis masuk Pulau Kumala. Rita menyebut praktek ini bagian dari pungutan liar (pungli) yang direncanakan. Ia akan segera memanggil pimpinan SKPD untuk mengupas kasus ini. “Pasti saya tindaklanjuti kasus pungli ini dengan memanggil bebe-rapa pimpinan SKPD. Laporan dari SKPD yang terlibat dalam pengelolaan Pulau Kumala sangat penting untuk mengungkap kasus ini,” kata Rita kepada warta-wan, Kamis(27/10).


Menurut Rita, penjual karcis palsu berinisial Ma (35) memang telah dilepas oleh polisi, namun tetap dalam pengawasan. “Sudah dilepaskan tapi yang bersangkutan tidak bebas, dan akan terus dipantau guna melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sesuai arahan Presiden Jokowi, pungli Rp10 ribu pun akan ditindak oleh pemerintah,” ujar Rita.


BENTUK SABER PUNGLI


Terpisah, Sekkab Kukar Marli berharap agar Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dibentuk sampai kabupaten/kota. Satgas itu sangat penting untuk memberantas praktek pungli yang dilakukan aparatur pemerintah daerah. “Saya berharap Satgas Saber Pungli bisa ada di Kukar,” kata Marli.


Marli mengingatkan aparatur Pemkab Kukar untuk bekerja profesional dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat yang lebih mudah dan efesien. “Prinsip pelayanan pemerintah, kalau bisa dipermudah jangan dipersulit, kalau bisa dipercepat jangan diperlambat, ini harus menjadi perhatian kita selaku aparatur pemerintah sebagai pelayan rakyat,” pungkas Marli. (ran415)


Sumber : Koran Kaltim.