Apel Peringatan Hari Sumpah Pemuda

 31 Oktober 2016    gusdut    Pemerintahan

Usai memimpin apel, Bupati Kukar Rita Widyasari menyerahkan bantuan kepada 5 orang penyandang cacat (disabilitas) yang mempunyai keterampilan.


Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari bertindak selaku pembina apel pada peringatan hari Sumpah Pemuda ke-88 di Kukar yang berlangsung di Aula Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Jum'at (28/10). Acara yang rencanannya digelar di Halaman Kantor Bupati Kukar tersebut dipindahkan ke aula karena cuaca hujan, walau demikian peringatan tetap berjalan khidmat dan lancar.


Hadir pada apel tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kukar serta sejumlah pejabat di Lingkungan Pemkab Kukar yang diikuti peserta upacara dari perwakilan Kodim 0906 Tenggarong, Polres Kukar, Satpol PP Kukar, perwakilan SKPD, LSM, OKP dan pelajar dengan pemimpin apel Tohari dari KNPI Kukar. Acara diawali dengan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945 dan Keputusan Kongres Pemuda Indonesia.

Rita Widyasari saat membacakan sambutan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia Imam Nahrawi mengatakan banyak kemajuan yang telah dicapai oleh para pemuda Indonesia diantaranya dibidang Star Up dimana omzet yang dihasilkan mengundang decak kagum pebisnis online dunia, contohnya seperti Nadiem Makarim pendiri Go-Jek, Achmad Zaky CEO Buka Lapak dan ratusan CEO-CEO muda Indonesia lainnya yang telah dipercaya oleh perusahaan multinasional Indonesia pada tahun 2015.
 
Ia juga mengatakan berdasarkan data Kemendag 2015 terdapat 62 Star Up Indonesia yang kebanjiran dana investasi hingga puluhan triliun rupiah dan jika trend tersebut bisa dikelola dengan baik maka perekonomian Indonesia akan maju pesat. Namun hal itu menurutnya bisa terwujud dengan catatan para pemuda Indonesia berada sebagai produsen bukan sekedar sebagai konsumen.  

Setelah pelaksanaan apael, dirangkai dengan acara penyerahan bantuan kepada 5 orang penyandang cacat (disabilitas) yang mempunyai keterampilan dan kepada pemerhati lingkungan yaitu Bapak Wain yang senantiasa mendorong kelompoknya untuk gemar menanam pohon. (Hmp08)