Warga Ukung Bakal Miliki Jembatan Yang Lebih Kuat dan Aman

 02 Nopember 2016    gusdut    Pemerintahan

Cek jembatan; Wabup Kukar Edi Damansyah bersama Dandim 0906 Tenggarong Letkol Kav Ari Pramana Sakti saat mengecek jembatan gantung dusun Ukung yang akan direhab total. (by hayru)


Impian masyarakat dusun Ukung, desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu memiliki jembatan yang lebih kuat, aman dan nyaman untuk dilintasi, akan segera terwujud. Pasalnya, jembatan gantung berumur puluhan tahun yang selama ini menjadi jalur utama menuju ladang maupun persawahan mereka, mulai direhab untuk diperbaiki dengan sistem gotong royong.

Gotong royong rehab jembatan Ukung tersebut, diresmikan oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah, Senin (31/10) pagi. Dalam laporannya, Kepala Desa Jembayan Samsu Arjani mengatakan bahwa rehab jembatan tersebut terlaksana berkat aktifitas Wabup Edi Damanysah yang kerap blusukan menggunakan trail maupun sepeda, dan pernah melewati jembatan dusun Ukung. Kemudian melihat jembatan tersebut sudah kurang layak,  menurut Arjani, Wabup langsung memanggil pihak Kecamatan Loa Kulu, dan perushaan yang beroperasi disekitar Ukung.

"Hasilnya, Alhamdulillah pihak perusahaan langsung setuju untuk membantu merehab jembatan, yang dikerjakan secara gotong royong dengan masyarakat," ujarnya. Arjani berterimkasih kepada PT Mega Prima Persada (MPP), PT Beringin Jaya Abadi,  PT Bara Kumala Sakti, yang menyediakan semua material dan logistik hingga  konsumsi, untuk merehab total jembatan gantung dengan panjang keseluruhan 165,2 meter dengan bentang utama 55,7 meter tersebut. Sedangkan, pekerjaan rehab dilakukan secara gotong royong masyarakat sekitar dibantu TNI dari Koramil Loa Kulu dan Kodim 0906 Tenggarong, selama satu minggu kedepan.

"Kami selaku masyarakat sangat bersyukur atas rehab jembatan ini yang memang berbahaya untuk dilewati, kawatnya berkarat dan kayunya mulai lapuk termakan usia," ujarnya. Sementara, Wabup Edi Damansyah mengatakan budaya gotong royong memang sepantasnya terus dijaga dan digalakkan, terlebih saat kondisi Kukar yang mengalami defisit anggaran.  

Dikatakannya, pemerintah tak bisa sendiri dalam membangun daerah, tetapi diperlukan peran masyarakat dan dunia usaha atau perusahaan. Seperti halnya rehab jembatan Ukung, yang terlaksana berkat sinergi antara pemerintah, warga, dan perusahaan sekitar. "Apa yang kita lakukan di dusun Ukung ini menjadi contoh sinergitas antara pemerintah, warga dan perusahaan. Hal seperti ini akan diterapkan di seluruh wilayah Kukar," ujarnya.  

Selanjutnya, Edi berharap apabila rehab jembatan selesai, masyarakat dapat menjaga dan merawat jembatan tersebut. Acara tersebut dihadiri Komandan Kodim 0906 Tenggarong Letkol Kav Ari Pramana Sakti, sejumlah Kepala SKPD terkait dilingkungan Pemkab Kukar, Forum Koordinasi Kecamatan Loa Kulu, aparat Desa setempat, dan warga sekitar. (hmp02/humaskukar)