Wabup Ingin Budaya Gotong Royong Terus Ditingkatkan

 15 Nopember 2016    gusdut    Pemerintahan

Wabup Kukar Edi Damansyah saat meyerahkan proposal permohonan bantuan rehab Masjid Al Khairat secara simbolis kepada pihak swasta yang turut memberikan bantuan.


Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menginginkan agar budaya gotong royong tetap dijaga dan ditingkatkan, terutama dalam kegiatan sosial atau untuk kepentingan bersama. "Semangat kebersamaan dan gotong royong penting untuk terus dibangun, terlebih saat kondisi Kukar saat ini yang mengalami defisit anggaran," ujarnya saat menghadiri silaturahmi dengan masyarakat dalam rangka rehab Masjid Al Khairat Dusun Marga Sari Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu, Jumat (11/11) pagi.

 

Dikatakannya, Pemerintah tak bisa sendiri dalam membangun daerah, tetapi diperlukan peran masyarakat dan dunia usaha atau perusahaan. Seperti halnya rehab masjid Al Khairat, Wabup meminta partaisipasi masyarakat dan perusahaan yang berada di Jembayan untuk terlibat dalam rehab masjid tersebut. "Saya percaya perushaan yang ada di Jembayan ini akan memperhatikan rehab masjid ini," ujarnya.

Wabup mengatakan, Loa Kulu bisa menjadi contoh karena pemerintah setempat bersama masyarakat dan dunia usaha kompak melaksanakan tanggung jawab masing-masing. Hal tersebut sudah terlihat, contohnya dari rehab jembatan Dusun Ukung Desa Jembayan, yang dilaksankaan secara bergotong royong antara perusahaan sekitar, bersama pemerintah dan masyarakat sekitarnya. "Saya menyaksikan sendiri di Loa Kulu ini sinergitas tiga pilar tersebut berjalan dengan baik, maka saya optimistis rehab masjid ini akan rampung meski secara bertahap," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Edi Damansyah secara pribadi akan menyumbang 100 sak semen untuk rehaab masjid tersebut. Kepala Desa Jembayan Samsu Arjani dalam laporannya mengatakan rehab masjid tersebut telah dilaksanakan sejak tiga tahun lalu. Namun, karena alasan dana, rehab tersebut sempat terhenti. Kemudian bersama kepengurusan rehab masjid yang baru, pekerjaan tersebut akan dilanjutkan kembali dengan inisiatif mengumpulkan para tokoh masyarakat, pengusaha, perusahaan yang ada di Jembayan serta Pemkab Kukar untuk membantu.

"Dengan kebersamaan ini Insya Allah penyelesaian rehab masjid ini akan segera terwujud," harapnya. Untuk diketahui menurut Sadar, Ketua panitia pembangunan Masjid Al Khairat mengatakan, masjid tersebut memiliki luas bangunan 20x15 meter dengan konstruksi kayu, yang kondisinya mulai lapuk termakan usia sehingga harus direhab. Rencana rehab yang dilakukan adalah mengganti dengan bangunan kontstruksi beton seluas 25x25 meter termasuk teras, dengan perkiraan menelan biaya 3 miliar. 

Pada silaturahim tersebut, dilakukan penyerahan proposal permohonan bantuan rehab Masjid Al Khairat secara simbolis oleh Wabup Edi Damansyah, kepada perusahaan dan pengusaha yang ada di Loa Kulu. Acara tersebut dihadiri sejumlah Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Kukar, Forum Koordinasi Kecamatan Loa Kulu, aparat Desa setempat, perwakilan perusahaan yang beroperasi di Jembayan, serta warga sekitar. (hmp02/humaskukar)